Selasa, 11 September 2012

gula reduksi


GULA REDUKSI

 A.DefinisiGula
Reduksi adalah merupakan golongan gula (karbohidrat) yang mempunyaikemampuan untuk mereduksi senyawa-senyawa penerima electron, Hal ini dikarenakanadanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekul karbohidrat Sifat ini tampak padareaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu++dan ion Ag+yang terdapat pada pereaksi- pereaksi tertentu.
B.Contoh Gula Reduksi

Adapun senyawa-senyawa gula reduksi adalah glukosa dan fruktosa.. Semua monosakarida(glukosa, fruktosa,galaktosa)dandisakarida(laktosa,maltosa) termasuk  sebagai gula pereduksi, kecualisukrosadan pati( polisakarida),. Umumnya gula  pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitasenzim, dimana semakintinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan.Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. Galaktosa merupakan gulayang tidak ditemui di alam bebas, tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu(laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasukisiklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. Galaktosa merupakan komponen dariCerebrosida, yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto, 2002).

C.Ciri-cirinya

Umumnya gula-gula pereduksi mempunyai struktur hemiasetal atauhemiketal, sedangkan   gula-gula nonpereduksi termasuk ke dalam ketal atau asetal.
 
•adanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekul karbohidrat

D.Metode analisisnya

Larutan yang dipergunakan untuk menguji daya mereduksi suatu disakaridaadalah larutan benedict. Unsur atau ion yang penting yang terdapat pada larutan tersebutadalah Cu2+ yang berwarna biru. Gula reduksi akan mengubah atau mereduksi ion Cu2+menjadi Cu+ (Cu2O) yang mengendap dan berwarna merah bata. Zat pereduksi itusendiri akan berubah menjadi asam.Jumlah gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi diukur dengan menggunakan pereaksiasam dinitro salisilat/
dinitrosalycilic acid (DNS) pada panjang gelombang 540nm. Semakin tinggi nilai absorbansi yang dihasilkan, semakin banyak pula gula pereduksi yang terkandung. 


SUMBER PUSTAKA

·         Anoymous. 2010. Gula Pereduksi (http://makara393.blogspot.com). Diakses tanggal 27Oktober 2011
·         Budiyanto, M.A.K. 2002. Dasar- Dasar Ilmu Gizi. UMM Press: Malang.
·         Lehninger, Albert. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Erlangga: Jakarta.Team Laboratorium Kimia UMM. 2008.
·          Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi.Laboratorium Kimia UMM: Malang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar